Kisah Kekasih Tentara yang Lebih Memilih menjadi Kekasih Allah

This is real story from my besties

Sebelumnya gue mau cerita seberapa dekat gue dengan pasangan gue sebelumnya.

***

Setelah sekian lama, akhirnya gue bertemu dengan seseorang yang *click sama gue.

Banyak kenangan yang uda gue lalui sama dia, mulai dari dandan bareng, gue make up in dia, gue bedakin, gue lipstikin, gue alisin sampe jadi cantik dan dia ketawa-ketawa aja liat mukanya.

Kita makan bareng, jalan bareng, sampe pegel-pegel, dan akhirnya gue sering banget mijitin dia entah saat di atas sepeda motor atau di jalan saking capeknya dia, dan pulangnya kita maskeran bareng, walaupun tentara dia rajin maskeran untuk menjaga kulitnya gaes wkwk.

Dianya jail banget, hobi banget godain gue, suka pura-pura cekek-cekek leher gue (gj banget kan) 😑

Sepanjang hari ngomongin hal-hal dari yang penting sampe yang gak penting, dari bahas agama sampe bahas bagusan mana jurusan IPS atau IPA. Karena dia IPA dan gue IPS jadi dia sengaja pengen jelek-jelekin jurusan IPS 😑

Kita belajar bareng bahasa Inggris, sampe kecampur-campur bahasa tegal wkwk

Gak cuma bercanda bareng, kita sempet nangis-nangisan bareng, but I cant tell you guys apa yang kita tangisi, karena itu cerita yang cukup sensitif untuk kita.

Intinya tuh ada aja yang kita bahas.

Walaupun dia jail dan ngeselin, dia itu orang yang romantis menurut gue, dia orang yang rela ngelakuin apa aja untuk gue.

Sudah sedekat itu kita, tapi hati penuh rasa bersalah dan dosa karena status kita haram dalam ikatan yang disebut pacaran, bukan halal dalam ikatan pernikahan. Rasa bersalah itu benar-benar sampai kebawa mimpi. Kita sama-sama paham agama tapi kenapa tetap menjalankan larangan-Nya? Itulah pertanyaan yang selalu mengganjal di kepala kita. Berkali-kali kita coba untuk bertaubat dan memutus hubungan, nyatanya diantara kita berdua tidak ingin berpisah, berat, kita tidak kuat.

Ps* dia belum bisa menikah karena pekerjaannya mengaharuskan dia single sampai beberapa tahun hingga naik pangkat – yang tau hal-hal berkaitan dengan dunia kemiliteran pasti mengerti :”)

Gue galau dalam posisi ini 😭

Tapi setelah gue pikir, untuk apa mempertahankan hubungan yang menyenangkan namun merisaukan? Bukankah akan lebih bahagia bila mempertahankan hubungan yang tidak hanya menyenangkan namun juga damai dan tenang karena telah halal?

Finally I take a choice, gue harus melepasnya secara perlahan. Gue block wa nya atas persetujuan dia, untuk membatasi komunikasi 🙂 ini sulit banget sumpah, kalau biasanya ada seseorang yang menjadi alasan kenapa gue buka hp, sekarang udah enggak. Tapi kita udah berkomitmen untuk istiqomah.

Ini adalah awal kita menuju jalan yang baik, karena jodoh tidak lari kemana. Bila kita jodoh, kita akan dipertemukan kembali dalam ikatan yang halal, kalaupun tidak, berarti Allah telah mempersiapkan jodoh yang lebih baik untuk kita. Kita harus percaya pada rencana Allah. Di sini gue belajar IKHLAS.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” – (QS Al-Baqarah ayat 216)

“…mereka membuat rencana, dan
Allah pun membuat rencana (pula). Dan
Allah sebaik- baik perencana” (Al-Anfal:30)

“Dan berencanalah kalian, Allah membuat rencana. Dan Allah sebaik-baik perencana.” (Ali Imran: 54)

Ketiga ayat ini membuat gue semakin yakin bahwa Allah adalah pembuat rencana terbaik.

“Jika namamu tertulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita.”
“Tugasku bukan mencarimu, tapi menshalihkan diriku”

Dan quotes inilah yang semakin membulatkan tekad gue, SELAMAT BERJUANG AKHI UKHTI ❤

Nb: Sekilas cerita gue lebih mirip curhat yang diselipin nostalgia, tapi di sini gue bertujuan mengingatkan bahwa seberapa nyaman pun kita dengan orang tersebut, tapi bila kita masih terikat status yang gak jelas (kaya pacaran), lebih baik ikhlaskan, percaya, yakin bahwa dibalik itu semua ada sesuatu yang lebih baik telah menanti, karena Allah telah menjajikannya melalui ayat-ayatnya 🙂