WISATA EDUKASI MUSEUM KESEHATAN JIWA YANG BIKIN BULU KUDUK BERDIRI

Wilayah Kabupaten Malang tak hanya memiliki potensi wisata alam, pegunungan dan pantai saja. Namun, tak banyak masyarakat yang megetahui keberadaan wisata sejarah dan edukasi tentang kesehatan yaitu Museum Kesehatan Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat. Bahkan saya yang telah tinggal 20 Tahun di Malang sempat mengernyitkan dahi ketika mendengar nama museum tersebut, “Apa benar ada museum seperti itu di Malang? Saya taunya museum angkut (hehe)”.

Setelah mencari informasi kesana kemari, ternyata museum ini memang benar adanya, bahkan telah lama berdiri sejak ratusan tahun yang lalu, sepertinya memang saya yang kurang update, sehingga perlu sering-sering membuka blog yang menyajikan informasi wisata ter-update seperti www.travelingyuk.com.

Wisata sejarah yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini, merupakan museum kesehatan jiwa pertama kali dan satu-satunya di Indonesia yang menyajikan sekitar 700 koleksi benda-benda dan dokumen kuno yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Rumah Sakit Jiwa peninggalan Belanda tersebut. Wow, menarik bukan.

Saat memasuki pintu masuk museum saya disambut oleh sepasang patung pria dan wanita yang memakai baju dokter, dimana baju ini digunakan sekitar tahun 1912 pada zaman pemerintahan kolonial Belanda.

fitryparera

via instagram @fitryparera

Di dalam museum saya disajikan deretan koleksi alat kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat untuk mengedukasi masyarakat maupun pengunjung. Dimana koleksi benda yang terpampang di dalam museum terbilang sadis untuk digunakan pada abad ke-19 silam.

  1. Alat pengiris otak

rsj3N7BXY

Bila pengunjung melihat pasti begidik. Alat-alat ini diletakkan di laboratotiun zaman dulu untuk meneliti otak manusia beserta gangguan-gangguannya.

Pada tahun 1929 sampai 1940, di rumah sakit jiwa ini memang pernah dikembangkan menjadi pusat penelitian saraf dan otak.

  1. Bak hydrotherapy

rsj1ODXqj

Peralatan ini digunakan tenaga medis RSJ pada abad ke-19 untuk merendam pasien yang kambuh agar tenang dan tidak bisa memberontak.

  1. Sepasang straight jacket.

FOTO-4

Yakni jaket putih dengan banyak tali serta gesper dengan bukaan di bagian punggung. Di ujung lengan terdapat tali yang gunanya untuk mengaitkan dua tangan ke belakang dengan posisi sedekap.

Lalu ada juga pasung kayu. Biasanya digunakan dengan posisi duduk, dua kaki dimasukkan ke dua lubang kayu yang bisa dibuka tutup.

  1. Ada rantai kaki, pasung tangan, gergaji tulang yang digunakan pasien yang mengalami gangguan jiwa.

rsj4cUFYb

  1. Pasung kayu yang biasanya digunakan dengan posisi duduk dua kaki dimasukkan ke dua lubang kayu yang bisa dibuka tutup.

hafizagassi

via instagram @hafizagassi
  1. Ada 30 lukisan berbagai aliran karya pasien RSJ Lawang.

Ada lukisan aliran realis yang menggambarkan pemandangan alam gunung lengkap dengan sawahnya, lukisan bunga, dan lukisan wajah manusia dengan garis-garis wajah yang terlihat sempurna untuk karya pasien RSJ.

Lukisan itu dikerjakan pasien yang memang asalnya memiliki bakat melukis. Mereka dikategorikan dalam pasien menjelang normal. Artinya perilaku dan tingkah laku mereka sudah terlihat seperti manusia tanpa gangguan jiwa, meskipun secara kejiwaan belum normal.

Rumah Sakit Jiwa memang menyediakan ruang Kreasi yang bisa dimanfaatkan semua pasien untuk mengeksplorasi bakat minat mereka.

paulpolos.jpg

via instagram @paulpolos

Selain alat-alat sadis tersebut, museum ini bahkan memiliki koleksi berupa janin dimana dalam keterangan tertulis tidak diketahui asal dan sejak kapan janin ini terdapat di museum tersebut, seram ya guys.

Bagi yang suka berkunjung ke tempat-tempat unik dan memiliki nilai sejarah dengan sensasi bulu kuduk berdiri, wajib untuk mengunjungi Museum Kesehatan jiwa ini. Happy vacation guys.