KAI Masa Mendatang

KAI Masa Mendatang

Oleh: Putri Benida Ayuningsih

 

Kereta api telah menjadi salah satu alat transportasi yang semakin memasyarakat di Indonesia. Oleh sebab itu, angkutan ini perlu menyediakan berbagai fasilitas-fasilitas kenyamanan yang diperuntukkan bagi penumpangnya.

Saat ini dunia perkeretaapian Indonesia sedang mengalami peningkatan yang pesat. Ibarat panen raya, Kereta Api Indonesia sedang sibuk memetik buah hasil jerih payah merevitalisasi infrastruktur kereta api dalam beberapa tahun terakhir. Bermula dari berbagai permasalahan yang pelik, kini kereta api sudah memiliki wajah baru yang amat berbeda. Sebelumnya, muncul berbagai masalah seputar kereta api meliputi Stasiun Kereta Api yang kumuh dan rawan kejahatan, armada kereta api yang memprihatinkan, maraknya calo tiket kereta, dan masih banyak lagi.

9 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2008, bahkan PT. KAI tercatat merugi hingga 85 miliar. Akan tetapi setelah dilakukan perombakan besar-besaran, KAI mampu bertransformasi dengan membuang wajah buruk pelayanannya. Dilakukan perbaikan perangkat dan fasilitas serta modernisasi di dalam KAI, berbagai lini operasi dilengkapi dengan teknologi informasi. Dilakukan perubahan pada karakter manusianya, dengan menekankan integritas, kerja keras dan mentalitas pelayanan.

Setelah 9 tahun KAI mampu bertransformasi dengan begitu pesatnya hingga seperti sekarang, maka 9 tahun ke depan, KAI diharapkan mampu bertranformasi lebih baik dengan meningkatkan inovasinya untuk mengurai benang kusut perkeretaapian Indonesia.

Melalui perbaikan dan pembaharuan, PT. KAI diharapkan mampu memproduksi kereta api berkecepatan tinggi dengan menawarkan perjalanan publik yang nyaman dan terjangkau. Masyarakat dapat menghemat waktu walau jarak yang ditempuh cukup jauh. Hal ini dapat menjadi daya tarik masyarakat menggunakan kendaraan umum berupa kereta api daripada kendaraan pribadi, dan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan. Selain itu, kereta api berkecepatan tinggi ini dapat menggunakan prinsip kerja dari Magnetic Levitation, yang bisa berjalan mengambang di atas rel kereta bermagnet menggunakan prinsip kerja magnet, tanpa bahan bakar. Hal ini juga dapat menjadi solusi untuk menghemat bahan bakar, karena Magnetic Levitation ini menggunakan magnetic rel.

Rel adalah komponen penting dalam beroperasinya sebuah kereta. Indonesia masih melakukan impor rel kereta api, dikarenakan belum adanya kalangan usaha dari Indonesia yang menggarap industri ini, para pelaku usaha tersebut perlu diberi kepastian perihal keberlangsungan pembangunan kereta di tanah air, dari pihak KAI perlu ada keseriusan dengan mengkoordinasi pihak pengusaha dan pemerintah, termasuk bila Indonesia ingin menerapkan sistem Magnetic Levitation, maka rel bermagnet perlu dipersiapkan segera.

Mengenai letak geografi Indonesia di masa mendatang, Benua Australia telah bergeser sebanyak 1,5 meter ke Utara selama beberapa tahun terakhir. Lempeng kontinental tercepat di muka bumi ini bergerak sekitar 5-7 cm per tahunnya. Pergerakan ini memungkinkan terjadinya gempa tektonik di Indonesia. Mewaspadai hal tersebut, kereta api di Indonesia perlu dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan berhenti bila gempa bumi terdeteksi, sehingga dapat mengurangi jumlah korban yang melayang.

Selain insfastruktur dan fasilitas kereta api, pelayanan terhadap masyarakat pun perlu ditingkatkan. Berbicara mengenai masyarakat umum, kita tidak boleh melupakan masyarakat disabilitas. Penyandang disabilitas sebagaimana dengan orang lainnya memiliki hak yang sama, yaitu hak di bidang Ekonomi, Sosial, Budaya. Negara mempunyai kewajiban untuk memenuhi, menghomati, dan melindungi setiap hak yang dimiliki oleh setiap warga negaranya, termasuk hak untuk memperoleh aksesbilitas tanpa diskriminasi. Seharusnya tidak ada sekat sosial yang membedakan masyarakat disabilitas dengan masyarakat umum.

Sekat sosial tersebut masih lekat terasa dalam hal kemudahan memperoleh aksesbilitas bagi penyandang disabilitas. Dalam mencapai kemudahan, kemandirian, dan kesejahteraan aksesbilitas bagi penyandang disabilitas yang memadai, terpadu, dan berkesinambungan, perlu adanya tindak lanjut dari pihak KAI.

Fasilitas umum perlu didesain sangat ramah sehingga penyandang disabilitas dapat memanfaatkannya dengan nyaman. Mulai dari parkir khusus bagi penyandang disabilitas, beserta pemberian hukuman bagi masyarakat bukan penyandang disabilitas yang menempati parkir khusus tersebut. Sehingga mereka yang membawa mobil khusus atau motor khusus seperti motor roda tiga dapat parkir dengan mudah.

Jalur khusus yang didesain nyaman bagi penyandang disabilitas saat memasuki stasiun. Dilengkapi dengan guilding block yang menjadi penunjuk arah, sehingga penyandang tuna netra dapat melakukan aktivitasnya secara mandiri.

Disediakan lift khusus bagi penyandang disabilitas agar mereka tidak berdesakan dengan masyarakat umum yang memiliki pergerakan normal dan terkadang terburu-buru di stasiun.

Disediakan jalur prioritas menuju gerbong khusus penyandang disabilitas. Dalam gerbong kereta api pun kursi bagi penyandang disabilitas perlu disesuaikan terutama bagi pengguna kursi roda.

Bagi tunawicara yang kesulitan untuk bertanya kepada orang lain, maka perlu disediakan teknologi canggih yang menyediakan berbagai fasilitas untuk memudahkan orang tunawicara dan difabel lainnya memperoleh informasi secara mudah.

Selain teknologi, yang paling utama adalah memperhatikan sumber daya manusianya. Petugas kereta atau stasiun harus dengan sigap dan sabar membantu para penyandang disabilitas, serta mengerti bahasa yang mereka gunakan. Oleh sebab itu, petugas Kereta Api perlu diberikan pelatihan bahasa isyarat agar dapat melayani penumpang berkebutuhan khusus.

Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak ada satu orangpun atau suatu kelompok yang merasa tersisihkan, karena bangsa Indonesia haruslah menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan, sesuai dengan amanat Pancasila sila ke 2 yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.